MEDIA SOSIAL, OH MEDIA SOSIAL
Media sosial adalah
plafon digital yang digunakan untuk menyampaikan informasi yang berhubungan
dengan kepentingan atau keinginan pribadi maupun sifatnya sosial. Media sosial telah dianggap mampu
mengantarkan segala informasi yang perlu disampaikan untuk diketahui secara
cepat, baik secara individu maupun oleh masyarakat khalayak banyak. Sejarah telah membuktikan bagaimana peran
media sosial sangat mempengaruhi kehidupan manusia dalam berinteraksi di
kehidupan sosial secara terbuka.
Tahun 1960 merupakan awal bagi kehidupan manusia
mengenal dasar-dasar interaksi sosial secara online. Dasar-dasar interaksi itu ditandai dengan
munculnya platform dalam perangkat computer seperti plato dengan fitur-fitur seperti papan
pesan dan ruang obrolan, telah meletakkan fondasi bagi perkembangan media
sosial modern. Kemudian
sesuai dengan perkembangan zaman maka plato
telah berakhir pada masanya, dan pada tahun 1967 media sosial berubah
jangkauannya ke masyarakan luas dari
Aparnet ke Internet yang disinyalir memiliki akses global secara luas. Masyarakat bisa secara bebas mengirim pesan
atau ide tanpa batas dengan bantuan teknologi ini. Penggunaan internet ini juga
tidak hanya terbatas pada plafon yang tersedia pada saat itu, namun sesuai
dengan berjalannya waktu plafor-plafor itu mengalami perubahan, maka pada awal 1990-an telah
meluncurkan WorldWideWeb. Integrasi HTML hypertext dengan internet
memungkinkan terciptanya platform-platform seperti SixDegrees, yang sering dianggap
sebagai situs jejaring sosial pertama. Platform ini memungkinkan pengguna untuk
membuat profil online dan terhubung dengan teman-teman di dunia nyata.
Perkembangan teknologi yang setiap saat selalu berubah akan membawa pada cara pandang penggunaan media agar menjadi lebih memperkaya kualitas isinya terhadap para penggunaan teknologi digital itu sendiri, maka muncul pergantian milenium pada tahun 2000an menandai era keemasan bagi media sosial. Platform-platform seperti Friendster, MySpace, dan yang paling ikonik, Facebook, meledak popularitasnya. Fitur-fitur yang semakin canggih dan kemudahan akses melalui perangkat seluler mendorong pertumbuhan pengguna secara eksponensial. Media sosial tidak hanya menjadi tempat untuk berbagi informasi, tetapi juga menjadi alat untuk bersosialisasi, berkolaborasi, dan berbisnis antar pengguna.
Seiring berjalannya waktu, lanskap media sosial terus
berkembang. Munculnya platform-platform baru seperti twitter, facebook , snack video dan TikTok telah memperkaya ekosistem media sosial dengan
fitur-fitur yang lebih spesifik. Selain itu, integrasi dengan teknologi lain
seperti kecerdasan buatan telah membuka peluang baru untuk personalisasi konten
dan interaksi pengguna.
Terlepas dari begitu
dahsyatnya perkembangan media sosial yang semakin luas, membuat masyarakat
semakin mudah untuk mengakses beberapa informasi atau pesan sebagai suatu
kebutuhan yang dianggap penting dalam berhubungan satu sama lainnya. Pesan, keinginan atau informasi akan lebih
cepat tersampaikan kepada khalayak masyarakat dengan mudah tanpa kita bekerja
lebih banyak secara fisik. Kemudahan ini
tentunya akan membuat masyarakat merasa dimanja akan kemampuan teknologi yang
menjangkau seantero dunia. Teknologi ini
telah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kualitas dirinya,
baik secara pribadi ataupun kelompok. Masyarakat
bisa memanfaatkan internet melalui alat yang sudah diciptakan sedemikian rupa
untuk mempermudah berinteraksi satu sama lainnya yakni seperti HP, laptop,
crome book, computer, tablet dan alat lainnya.
Alat-alat ini sekiranya dapat membantu masyarakat mengakses internet
dengan mudah dengan fitur-fitur aplikasi yang disediakan oleh masing-masing
perangkat tersebut. Fitur-fitur atau
aflikasi ini akan mudah mengantarkan pesan yang ingin disampaikan dengan cepat
tanpa kita mengeluarkan biaya atau tenaga banyak.
Kemudahan dari penggunaan
internet ini melalui aflikasi, selayaknya dapat digunakan untuk hal-hal positif
seperti menyampaikan informasi yang berguna bagi masyarakat luas, sarana untuk
menyampaikan dakwah untuk kebaikan sesama, berbagi kebaikan atau praktik baik
untuk kemajuan pekerjaan di segala bidang.
Semua bisa dilakukan dengan baik, jika kita sebagai pengguna benar-benar
tahu akan fungsi dari adanya internet. Maka
adanya internet dapat memberikan peluang bagi masyarakat atau seseorang untuk
mengembangkan kemampuanya disegala bidang kehidupan untuk mencapai kehidupan
yang lebih produktif.
Namun pada kenyataannya masih banyak dari kita yang
menggunakan internet tidak sesuai dengan fungsi yang baik. Semua orang dapat dengan mudah mengakses atau
menyampaikan pesan yang sifatnya negative. Sebagian dari kita cenderung menggunakan atau
mengakset internet untuk hal-hal yang tidak baik seperti bermain game online,
judi online, menonton film porno, kejahatan terselubung, transaksi bodong dan
kegiatan-kegiatan lain yang justru akan merugikan kita semua. Ini dilakukan hanya untuk pemenuhan
kesenangan dirinya, padahal akibat yang ditimbulkan dari praktik-praktik justru
akan lebih patal dari kondisi dirinya saat ini.
Selain itu juga ada sebagian kalangan masyarakat yang menggunakan
internet dengan tujuan untuk menghasilkan uang dengan cara-cara yang kurang
etis, jika dipandang secara etika.
Mereka cenderung membuat konten yang mempertontonkan kebiasaan-kebiasaan
yang dianggap kurang sesuai dengan adab dan tata krama ketimuran yang kita
pegang sekarang. Tayangan-tayangan yang
telah dibuat, tidaklah mendidik bagi kita semua yang melihatnya, namun
dampaknya terhadap orang yang melihat atau menontonnya sangat besar
sekali. Apalagi jangkau internet ini
tidak hanya terkoneksi oleh satu kalangan saja misalnya orang tua atau orang
dewasa saja, tapi internet ini sudah menjangkau seluruh kalangan dari mulai
bayi, anak-anak sampai pada lanjut usia.
Jika konten yang berisi tayangan-tayangan yang
tidak sesuai itu sampai pada anak-anak, maka pengaruhnya akan cukup kuat. Dimana anak-anak akan menganggap semua
tayangan atau tontonan yang dilihatnya merupakan hal yang patut dicontoh atau
dituruti dan menjadi hal biasa yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Karena anak belum memiliki filter yang cukup
untuk menyaring setiap tayangan yang dianggap buruk. Ini sebenarnya yang dikhawatirkan oleh kita
semua. Generasi anak-anak akan mudah
terkontaminasi terhadap tontonan yang ditayangkan dan akan berbekas dalam
kehidupannya ke depan. Jangan salahkan
orang tua, guru sekolah atau guru ngaji, jika anak-anak sekarang berprilaku
atau beradab tidak sesuai dengan harapan kita semua. Anak-anak akan cenderung berprilaku dari apa
yang sudah dilihatnya. Media sosial akan
cepat mempengaruhi karakter-karakter
anak-anak dan anak-anak akan cepat pula mempraktekkan apa yang dilihatnya.
Inilah kondisi yang harus menjadi perhatian paling utama dari adanya
pengaruh konten yang kurang mendidik.
Sebagai pembuat konten,
tentunya harus tahu tentang batasan-batasan apa yang harus dilakukan dalam
membuat konten, agar semua konten yang dibuat benar-benar memiliki tuntunan dan
bukan sekedar tontotan bagi yang melihatnya.
Pembuat biasanya cenderung membuat konten dengan tujuan menghibur agar vidionya
banyak yang melihat, viewnya atau flowernya bertambah, orang sering memberikan
komentar yang otomatis pendapatannya dalam konten akan meningkat. Jika
oreintasi pemikirannya seperti itu, maka perlu untuk berpikir lebih bijak agar
dalam pembuatan konten itu tidak merugikan sebagian generasi anak-anak kita. Sebagai contohnya konten yang memperlihatkan sikap
seorang anak menghadapi orang tua atau orang yang lebih tua dengan prilaku
seenaknya tanpa adab yang baik, ditambah dengan nada bicara yang tinggi dan
kasar, marah-marah, semua itu dipertontonkan dengan jelas di media sosial dan
pasti ditonton oleh semua kalangan, dengan harapan semua bisa mendapatkan uang
dengan mudah. Padahal disisi lain
sedikit demi sedikit tayangan itu telah mengajarkan kepada anak-anak kita akan
kebebasan berprilaku terhadap semua orang, yang sebenarnya bertolak belakang
dengan adat kebiasaan yang kita junjung bersama.
Penerapan karakter di
sekolah yang menjadi bagian dari system pendidikan di kita yang menekankan
adanya pembelajaran yang berbasis karakter.
Sekolah tidak hanya mampu mentransfer ilmu secara langsung kepada
peserta didik, tatapi mampu mengajarkan karakter baik dalam kehidupan
sehari-hari. Out put yang diharapkan
dari adanya pendidikan karakter yakni anak mampu memegang teguh prilaku atau
adab baik, sepanjang ia menjalani kehidupannya baik di dalam sekolah ataupun di
luar sekolah. Penanaman karakter ini
tentunya tidak bisa serta merta terlihat hasilnya, namun secara bertahap akan
terlihat hasilnya jika mereka benar-benar diarahkan untuk selalu berprilaku sopan, menghormati, menghargai
kepada sesama, selama ada disekolah.
Untuk itu diperlukan kerjasama yang baik dengan lingkungan secara umum
agar pendidikan karakter ini dapat mencapai hasil yang optimal. Jangan sampai realita dilapangan, para
pembuat konten semaunya dalam menyuguhkan isi tayangan, tanpa memperhatikan
unsur negatifnya terhadap semua kalangan terutama anak-anak yang menontonya,
walapun dengan alasan menghibur. @Yud2026