MEDIA SOSIAL,  OH MEDIA SOSIAL

Opini, Mekdi2026

   Media sosial adalah plafon digital yang digunakan untuk menyampaikan informasi yang berhubungan dengan kepentingan atau keinginan pribadi maupun sifatnya sosial.  Media sosial telah dianggap mampu mengantarkan segala informasi yang perlu disampaikan untuk diketahui secara cepat, baik secara individu maupun oleh masyarakat khalayak banyak.  Sejarah telah membuktikan bagaimana peran media sosial sangat mempengaruhi kehidupan manusia dalam berinteraksi di kehidupan sosial secara terbuka.

Tahun 1960 merupakan awal bagi kehidupan manusia mengenal dasar-dasar interaksi sosial secara online.  Dasar-dasar interaksi itu ditandai dengan munculnya platform dalam perangkat computer seperti plato dengan fitur-fitur seperti papan pesan dan ruang obrolan, telah meletakkan fondasi bagi perkembangan media sosial modern.  Kemudian sesuai dengan perkembangan zaman maka plato  telah berakhir pada masanya, dan pada tahun 1967 media sosial berubah jangkauannya ke masyarakan luas  dari Aparnet ke Internet yang disinyalir memiliki akses global secara luas.  Masyarakat bisa secara bebas mengirim pesan atau ide tanpa batas dengan bantuan teknologi ini. Penggunaan internet ini juga tidak hanya terbatas pada plafon yang tersedia pada saat itu, namun sesuai dengan berjalannya waktu plafor-plafor itu mengalami perubahan, maka pada awal 1990-an telah meluncurkan WorldWideWeb. Integrasi HTML hypertext dengan internet memungkinkan terciptanya platform-platform seperti SixDegrees, yang sering dianggap sebagai situs jejaring sosial pertama. Platform ini memungkinkan pengguna untuk membuat profil online dan terhubung dengan teman-teman di dunia nyata. 

Perkembangan teknologi yang setiap saat selalu berubah akan membawa pada cara pandang penggunaan media agar menjadi lebih memperkaya kualitas isinya terhadap para penggunaan teknologi digital itu sendiri, maka muncul pergantian milenium pada tahun 2000an menandai era keemasan bagi media sosial. Platform-platform seperti Friendster, MySpace, dan yang paling ikonik, Facebook, meledak popularitasnya. Fitur-fitur yang semakin canggih dan kemudahan akses melalui perangkat seluler mendorong pertumbuhan pengguna secara eksponensial. Media sosial tidak hanya menjadi tempat untuk berbagi informasi, tetapi juga menjadi alat untuk bersosialisasi, berkolaborasi, dan berbisnis antar pengguna.

Seiring berjalannya waktu, lanskap media sosial terus berkembang. Munculnya platform-platform baru seperti twitter, facebook , snack video dan TikTok telah memperkaya ekosistem media sosial dengan fitur-fitur yang lebih spesifik. Selain itu, integrasi dengan teknologi lain seperti kecerdasan buatan telah membuka peluang baru untuk personalisasi konten dan interaksi pengguna.

   Terlepas dari begitu dahsyatnya perkembangan media sosial yang semakin luas, membuat masyarakat semakin mudah untuk mengakses beberapa informasi atau pesan sebagai suatu kebutuhan yang dianggap penting dalam berhubungan satu sama lainnya.   Pesan, keinginan atau informasi akan lebih cepat tersampaikan kepada khalayak masyarakat dengan mudah tanpa kita bekerja lebih banyak secara fisik.  Kemudahan ini tentunya akan membuat masyarakat merasa dimanja akan kemampuan teknologi yang menjangkau seantero dunia.  Teknologi ini telah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kualitas dirinya, baik secara pribadi ataupun kelompok.  Masyarakat bisa memanfaatkan internet melalui alat yang sudah diciptakan sedemikian rupa untuk mempermudah berinteraksi satu sama lainnya yakni seperti HP, laptop, crome book, computer, tablet dan alat lainnya.  Alat-alat ini sekiranya dapat membantu masyarakat mengakses internet dengan mudah dengan fitur-fitur aplikasi yang disediakan oleh masing-masing perangkat tersebut.  Fitur-fitur atau aflikasi ini akan mudah mengantarkan pesan yang ingin disampaikan dengan cepat tanpa kita mengeluarkan biaya atau tenaga banyak. 

          Kemudahan dari penggunaan internet ini melalui aflikasi, selayaknya dapat digunakan untuk hal-hal positif seperti menyampaikan informasi yang berguna bagi masyarakat luas, sarana untuk menyampaikan dakwah untuk kebaikan sesama, berbagi kebaikan atau praktik baik untuk kemajuan pekerjaan di segala bidang.  Semua bisa dilakukan dengan baik, jika kita sebagai pengguna benar-benar tahu akan fungsi dari adanya internet. Maka  adanya internet dapat memberikan peluang bagi masyarakat atau seseorang untuk mengembangkan kemampuanya disegala bidang kehidupan untuk mencapai kehidupan yang lebih produktif. 

Namun pada kenyataannya masih banyak dari kita yang menggunakan internet tidak sesuai dengan fungsi yang baik.  Semua orang dapat dengan mudah mengakses atau menyampaikan pesan yang sifatnya negative. Sebagian dari kita cenderung menggunakan atau mengakset internet untuk hal-hal yang tidak baik seperti bermain game online, judi online, menonton film porno, kejahatan terselubung, transaksi bodong dan kegiatan-kegiatan lain yang justru akan merugikan kita semua.  Ini dilakukan hanya untuk pemenuhan kesenangan dirinya, padahal akibat yang ditimbulkan dari praktik-praktik justru akan lebih patal dari kondisi dirinya saat ini.  Selain itu juga ada sebagian kalangan masyarakat yang menggunakan internet dengan tujuan untuk menghasilkan uang dengan cara-cara yang kurang etis, jika dipandang secara etika.  Mereka cenderung membuat konten yang mempertontonkan kebiasaan-kebiasaan yang dianggap kurang sesuai dengan adab dan tata krama ketimuran yang kita pegang sekarang.  Tayangan-tayangan yang telah dibuat, tidaklah mendidik bagi kita semua yang melihatnya, namun dampaknya terhadap orang yang melihat atau menontonnya sangat besar sekali.  Apalagi jangkau internet ini tidak hanya terkoneksi oleh satu kalangan saja misalnya orang tua atau orang dewasa saja, tapi internet ini sudah menjangkau seluruh kalangan dari mulai bayi, anak-anak sampai pada lanjut usia. 

Jika konten yang berisi tayangan-tayangan yang tidak sesuai itu sampai pada anak-anak, maka pengaruhnya akan cukup kuat.  Dimana anak-anak akan menganggap semua tayangan atau tontonan yang dilihatnya merupakan hal yang patut dicontoh atau dituruti dan menjadi hal biasa yang dilakukan oleh orang-orang dewasa.  Karena anak belum memiliki filter yang cukup untuk menyaring setiap tayangan yang dianggap buruk.  Ini sebenarnya yang dikhawatirkan oleh kita semua.  Generasi anak-anak akan mudah terkontaminasi terhadap tontonan yang ditayangkan dan akan berbekas dalam kehidupannya ke depan.   Jangan salahkan orang tua, guru sekolah atau guru ngaji, jika anak-anak sekarang berprilaku atau beradab tidak sesuai dengan harapan kita semua.  Anak-anak akan cenderung berprilaku dari apa yang sudah dilihatnya.  Media sosial akan cepat mempengaruhi  karakter-karakter anak-anak dan anak-anak akan cepat pula mempraktekkan apa yang dilihatnya. Inilah kondisi yang harus menjadi perhatian paling utama dari adanya pengaruh  konten yang kurang mendidik.

          Sebagai pembuat konten, tentunya harus tahu tentang batasan-batasan apa yang harus dilakukan dalam membuat konten, agar semua konten yang dibuat benar-benar memiliki tuntunan dan bukan sekedar tontotan bagi yang melihatnya.  Pembuat biasanya cenderung membuat konten dengan tujuan menghibur agar vidionya banyak yang melihat, viewnya atau flowernya bertambah, orang sering memberikan komentar yang otomatis pendapatannya dalam konten akan meningkat. Jika oreintasi pemikirannya seperti itu, maka perlu untuk berpikir lebih bijak agar dalam pembuatan konten itu tidak merugikan sebagian generasi anak-anak kita.  Sebagai contohnya konten yang memperlihatkan sikap seorang anak menghadapi orang tua atau orang yang lebih tua dengan prilaku seenaknya tanpa adab yang baik, ditambah dengan nada bicara yang tinggi dan kasar, marah-marah, semua itu dipertontonkan dengan jelas di media sosial dan pasti ditonton oleh semua kalangan, dengan harapan semua bisa mendapatkan uang dengan mudah.  Padahal disisi lain sedikit demi sedikit tayangan itu telah mengajarkan kepada anak-anak kita akan kebebasan berprilaku terhadap semua orang, yang sebenarnya bertolak belakang dengan adat kebiasaan yang kita junjung bersama.

          Penerapan karakter di sekolah yang menjadi bagian dari system pendidikan di kita yang menekankan adanya pembelajaran yang berbasis karakter.  Sekolah tidak hanya mampu mentransfer ilmu secara langsung kepada peserta didik, tatapi mampu mengajarkan karakter baik dalam kehidupan sehari-hari.  Out put yang diharapkan dari adanya pendidikan karakter yakni anak mampu memegang teguh prilaku atau adab baik, sepanjang ia menjalani kehidupannya baik di dalam sekolah ataupun di luar sekolah.  Penanaman karakter ini tentunya tidak bisa serta merta terlihat hasilnya, namun secara bertahap akan terlihat hasilnya jika mereka benar-benar diarahkan untuk selalu  berprilaku sopan, menghormati, menghargai kepada sesama, selama ada disekolah.  Untuk itu diperlukan kerjasama yang baik dengan lingkungan secara umum agar pendidikan karakter ini dapat mencapai hasil yang optimal.  Jangan sampai realita dilapangan, para pembuat konten semaunya dalam menyuguhkan isi tayangan, tanpa memperhatikan unsur negatifnya terhadap semua kalangan terutama anak-anak yang menontonya, walapun dengan alasan menghibur. @Yud2026

         

         

         

 

 

 

Popular posts from this blog