MENGENAL SOSOK RA KARTINI

 PEJUANG SEJATI KAUM PEREMPUAN



Kartini, Day2026

    Tanggal 21 April kita  memperingati hari lahirnya RA Kartini, yang merupakan salah seorang pejuang wanita yang mampu mensejajarkan peran wanita pada zaman Hindia Belanda.  Mungkin diantara kita tidak banyak tahu, sosok yang sangat berjasa dalam memperjuangkan hak gender seorang perempuan, yang waktu itu seolah dibungkam perannya, karena kehawatiran kaum penjajah atas bangkitnya nasionalisme di bidang pendidikan. Bahkan anak-anak didik kita di sekolah sudah jarang mengenal figur seorang wanita yang bernama RA Kartini, padahal sangat besar jasanya bagi dunia pendidikan kita khususnya di Indonesia. 

        RA Kartini dilahirkan dari keluarga bangsawan yang terhormat, yang memegang teguh adat jawa yakni pingit.  Pingit merupakan salah satu adat yang mengharuskan anak perempuan tidak keluar rumah dengan alasan menjaga kehormatannya.  Sebagai seorang anak bangsawan, tentunya adat ini harus dipegah teguh untuk menjaga kehormatan keluarganya.  Apalagi pada zaman penjajahan Belanda, keluarga bangsawan menjadi bagian penting dalam memuluskan keingginannya menguasai bumi pertiwi yang kaya dengan sumber daya alamnya.  Namun peraturan itu tidak membuat RA Kartini patah semangat dalam memperjuangkan hak-hak rakyat terutama di bidang pendidikan.  Dan kebiasaan ini, tentunya tidak menghalangi RA Kartini untuk terus berusaha memberikan yang terbaik bagi bangsanya melalui pemikiran-pemikiran akan pentingnya pendidikan bagi kaum perempuan.  RA Kartini selalu berkomunikasi melalui surat dengan teman-temanya yang bersekolah di luar negeri. Dia banyak berdiskusi perihal kondisi perempuan yang ada di Indonesia yang pada waktu itu seolah dikekang tanpa perlawanan yang berarti.  

    RA Kartini memiliki cita-cita yang mulia, menginginkan bangsanya lepas dari penjajahan.  Oleh karena itu, dia tanpa mengenal lelah walapun dalam keadaan terkurung di dalam rumah, ia tetap ingin memperlihatkan perannya dalam mencerdaskan bangsanya dan memberantas kebodohan yang waktu menjadi bagian misi dari penjajah belanda. Melalui tulisan-tulisannya RA Kartini mampu membangkitkan semangat bagi kaum wanita lainnya untuk terus berkiprah dalam memerdekan bangsanya yang sudah lama dinanti.  Salah satu kiprahnya yang sangat berani yakni RA Kartini bersama teman-teman lainnya telah berhasil mendirikan sekolah yang bernama sekolah Kartini.  Sekolah Kartini merupakan sekolah pertama yang beliau dirikan sebagai upaya memberikan hak pendidikan yang sama bagi rakyat Indonesia di tengah-tengah ketidak adilan kaum penjajah atas perlakuan kepada rakyatnya dalam hal mendapatkan ilmu pengetahuan.  Pendirian sekolah ini menjadi simbol bangkitnya peran perempuan yang memiliki derajat yang sama untuk bersama-sama membangun negerinya dari keterbelakangan penjajah.  

    Keberhasilan RA Kartini dalam menggalang dukungan dari berbagai kalangan, baik didalam maupun luar negeri, menjadi kehawatiran kaum penjajah yang bisa membahayakan bagi kedudukan mereka selama ada di Indonesia.  Penjajah mulai menerapkan peraturan ketat mengenai masyarakat yang boleh masuk sekolah hanya dikhususkan dari kaum ningrat, sedangkan rakyat jelat tidak diperbolehkan bebas mengenyam pendidikan. Peraturan ini, tidak menjadikan surut keinginan dalam memperjuangkan hak rakyat kecil, RA Kartini bertekad untuk terus menghimpun kekuatan dengan berbagai cara, seperti mendirikan organisasi-organisasi kecil yang memiliki misi yang sama dalam memberantas kekejaman penjajah.   Perjuangan itu terus berlanjut dan tidak surut sampai beliau meninggal di usia muda, yakni diusina 25 Tahun.  Salah satu contoh bukti perjuangan itu telah dilanjutkan oleh saudara perempuannya melalui  penerbitan surat-surat yang ditulis oleh beliau di majalah Belanda.  Kemudian berhasil di bukukan menjadi sebuah buku yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.  Buku ini berisi kumpulan surat-surat yang pernah dikirim oleh RA Kartini semasa hidupnya ke teman-temanya di Eropah.  Didalam suratnya beliau mengungkapkan harapan-harapannya tentang kebangkitan kaum muda sebagai generasi penerus yang menjadi harapanan bangsa untuk bersama-sama membangun negeri ini menjadi lebih maju lagi.

    Berbicara tentang perjuangan RA Kartini, ini adalah sosok seorang pejuang sejati yang dapat dijadikan sumber infirasi tidak hanya dikalangan generasi muda, namun kita khususnya  sebagai pendidik sekaligus orang tua yang tentunya harus memiliki misi perjuangan yang sama dalam mengisi kemerdekaan ini dengan baik.  Bagaimana upaya kita memberikan hak sama kepada anak didik kita untuk mendapat pendidikan yang layak tanpa membeda-bedakan gendernya. Kita memiliki kewajiban agar setiap warga diberikan hak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tanpa adanya skat perbedaan jenis kelamin.  Semua wajib merubah nasibnya, melalui pendidikan yang diterimanya, agar kehidupan menjadi lebih baik.   Kita kadang-kadang selama ini,  tidak terasa selalu membedakan-bedakan gender dalam menentukkan suatu kebijakan, dengan alasan tertentu misalnya.  Padahal kesetaraan hak dalam menentukan kebijakan sudah dilakukan dari sejak dulu seperti yang dicontohkan oleh sosok yang bernama RA Kartini.  Beliau sudah lebih dahulu menggaungkan akan peran pentingnya perempuan dalam segala bidang kehidupan yang tak kalah dengan kaum laki-laki, sehingga keinginan untuk berjuang melepaskan dari penjajah sama dengan kaum laki-laki lain melalui cara yang berbeda waktu itu.

Namun yang perlu diingat kesamaan keseteraan ini tidak serta merta menjadikan kodrat perempuan itu menjadi hilang.  Bukan berarti kodrat wanita itu harus sama dengan kodrat laki-laki, sehingga pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh laki-laki diambil alih sepenuhnya oleh perempuan.  Semua kesetaraan harus mengacu pada batasan-batasan yang sudah ditentukan berdasarkan gender, sehingga kita bisa menghargai peran kita masing-masing.  

Selamat Hari RA Kartini.  Mudah-mudahan kita senantiasa selalu mengikuti jejak langkah perjuangannya dalam mengisi pembangunan di tanah air tercinta.@Yud2026


Popular posts from this blog